Ada awal, ada akhir. Demikian juga yang terjadi dengan para pelajar Indonesia yang menempuh pendidikannya di James Cook University ini. Setelah menghabiskan waktu-waktu untuk belajar, menghadiri kuliah, bersemedi di perpustakaan atau menghabiskan waktu di laboratorium, kini saatnya kembali ke negeri tercinta. Tapi, tentu saja tak hanya cerita susah, ada banyak suasana gembira yang dirasakan selama bersekolah. Masing-masing pasti punya cerita berbeda.

Karena itu, sebagai bagian dari pelayanan yang mereka lakukan, pada 30 Juni lalu AusAID Liaison Officer JCU menyelenggarakan Completion Gathering bagi mahasiswa AusAID yang akan segera pulang ke negara masing-masing. Acara ini diadakan karena mahasiswa internasional biasanya tak menghadiri acara wisuda resmi universitas. Kesempatan ini dijadikan ajang untuk mengapresiasi keberhasilan para pelajar yang telah menyelesaikan studinya.

(Suasana completion gathering yang outdoor. Foto: Yansen)

(Suasana completion gathering yang outdoor. Foto: Yansen)

Semester ini, secara keseluruhan ada dua belas orang mahasiswa Indonesia meyelesaikan studinya. Dua orang mahasiswa menyelesaikan program PhD (Dian dan Putu Liza) dan selebihnya menempuh program master (Adit, Arthur, Conni, Diana, Esti, Mahfud, Rofiq, Sarah, Tiwi dan Yusup). Karena itu, keluarga besar PPIA JCU mengucapkan selamat kepada rekan-rekan sekalian!

(Sebagian wisudawan yang berfoto dengan pelajar dari negara lain. Foto: Yusup)

(Sebagian wisudawan yang berfoto dengan pelajar dari negara lain. Foto: Yusup)

Sekembalinya ke tanah air para rekan pelajar ini akan menjadi “Guru” (dengan G besar). Lho, kok “Guru”? Menurut sejarahnya, di Bologna dan Paris pada abad ke-12, guru-guru dan murid-murid membuat asosiasi yang disebut ‘gilda’. Di Bologna mereka menamakan diri ‘universitas’, yang berarti ‘suatu keseluruhan’. Pada abad ketigabelas, Bologna menjadi pusat kajian hukum sipil dan hukum gereja. Gurunya disebut ‘doktor’ (dari kata doctorem yang artinya guru).  Paris menjadi pusat kajian kiat. Gurunya disebut ‘magister’ (yang juga berarti guru). Sebutan doktor dan magister dianugerahkan kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan kajiannya.

Sedangkan dalam Bahasa Sangskrit, “Guru” berarti “gu”, kegelapan, dan “ru”, cahaya. Guru adalah orang yang berjalan dari “kegelapan ketidakpedulian kepada cahaya ilmu pengetahuan”. Karena itu, harapan besar diletakkan di pundak kita semua untuk menjadi bagian solusi dan mengabdi bagi bangsa Indonesia untuk menuju cahaya kemajuan. Itulah esensi menjadi “Guru”.

Perguruan tingi merupakan sasana adiluhung pembangunan manusia. Ia adalah kawah candra dimuka penyiapan manusia-manusia handal. Karena itu, perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk mengabdi pada kepentingan ilmu pengetahuan dan teknologi (devotee of science and technology) tetapi juga harus memperjuangkan cita-cita luhur manusia dan kemanusiaan (devotee of ideas and values). Maka tak heran jika Bangsa Indonesia berharap banyak dari sarjana yang dilahirkan oleh lembaga perguruan tinggi, dalam dan luar negeri.

Sekali lagi kita ucapkan selamat kepada rekan-rekan kita yang telah menyelesaikan satu tugasnya, untuk kemudian bertemu tugas yang lain. Semoga ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat. “Crescente luce, light ever increasing”.

(Sebagian para wisudawan berfoto dengan para pelajar dari negara lain. Foto: Yusup)

(Sebagian para wisudawan berfoto dengan para pelajar dari negara lain. Foto: Yusup)

“Pemimpin datang dan pergi, tapi pengabdian hidup selamanya”, demikian kata bijak berujar. Setelah satu tahun menjalankan tugasnya, pengurus PPIA JCU 2009-2010 sampai di penghujung bakti. Presiden Rofiq beserta jajarannya melepaskan jabatan untuk dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya. Karenanya, pada 29 Mei 2010 dilaksanakan rapat sakral tahunan, dengan sebutan keren AGM (Annual General Meeting). Seperti biasa, ruangan di Chaplaincy menjadi tempat pertemuan andalan. Namun sebenarnya ini bukan hanya karena ijin dan akses yang mudah, penggunaan Gedung Chaplaincy sebenarnya bermakna lebih mendalam: kebersamaan dalam perbedaan. Tak hanya peserta Townsville yang datang, delegasi Cairns menyempatkan diri menempuh jalan darat untuk menghadiri acara tahunan ini. Bravo G’Penk dan Bli Kadek!

Presiden Rofiq dan Wapres Adit (Foto: Kadek Kresna)

Presiden Rofiq dan Wapres Adit (Foto: Kadek Kresna)

Tentu, sama seperti ritual penggantian kepala negara lainnya, rapat tahunan ini memuat agenda pertanggungjawaban, pemilihan ketua baru dan pelimpahan tongkat tanggung jawab. Presiden Rofiq membeberkan prestasi-prestasi yang telah dibentangkan selama satu tahun, mulai dari peringatan hari kemerdekaan, sampai keberhasilan melaksanakan gathering masyarakat Indonesia di Townsville dan sekitarnya. Kekurangan tentu ada, tapi sangat minimal jika dibandingkan dengan tetesan keringat pengabdian yang telah dikucurkan bersama jajarannya. Ujungnya, tak seperti Bung Karno yang pidato Nawaksara-nya ditolak oleh MPRS 1966 atau Presiden Habibie yang dijatuhkan didepan sidang MPR 1999, pidato Presiden Rofiq disambut applaus, tak jauh berbeda dengan standing ovation yang diterima Sri Mulyani di depan forum di UI baru-baru lalu.

Para peserta AGM IFoto: Kadek Kresna)

Para peserta AGM (Foto: Kadek Kresna)

Tak berhenti di situ, agenda kemudian memasuki agenda pemilihan presiden baru. Rapat pun berlangsung seru, alot dan dinamis. Masing-masing faksi berargumen, tentu untuk kebaikan bersama. Akhirnya melalui diskusi panjang, presiden PPIA JCU periode 2010-2011 terpilih. Ternyata semangat Hari Kartini 21 April masih terasa efeknya sampai akhir Mei, Sdri. Sekar Mira terpilih sebagai Presiden baru PPIA JCU.

Terima kasih dan takzim diucapkan untuk pengurus periode 2009-2010. Bagi yang akan segera pulang ke Indonesia for good semoga dapat melanjutkan baktinya di bumi pertiwi. Selamat bekerja untuk pengurus periode 2010-2011. “Crescente Luce, light ever increasing”.

Serah terima jabatan dari Presiden lama ke Presiden terpilih disaksikan pimpinan sidang (Foto: Kadek Kresna)

Serah terima jabatan dari Presiden (Rofiq) lama ke Presiden terpilih (Sekar Mira) disaksikan pimpinan sidang (Foto: Kadek Kresna)

 

Bersibuk ria di kampus tak menjadikan sulit menemukan celah ‘a bit fun’ bila musim buah mangga di kampus tiba.  Pohon mangga di belakang school-ku (tepatnya ruangan kerjaku hehe..)  termasuk yg rajin berbuah dan menjadi langganan beberapa staf-nya.. termasuk students-nya sih, yaitu saya hehe.. Para staf yg Australian ini menanti mangga ini masak.  Sayang perolehan rekan-rekan staf ini akan berkurang mengingat sudah didahului sang burung ‘pemangsa’ buah mangga dan penggemar buah mentah seperti saya hehe.. karena manisan mangga bagi saya adalah bagian cerita rindu my hometown ‘Bogor’: panas-panas pulang kantor tinggal beli manisan mangga di Abang Gerobak (street vendor).. segaaaarrr..  Berhubung di perantauan, jadi harus membuat sendiri.

manisan mangga

manisan mangga

Cara membuat: iris mangga tipis-tipis, masukkan ke wadah, cuci, taburi garam secukupnya dan aduk, tutup, masukkan kulkas.  Setelah diinapkan semalaman akan berair, buang air garamnya, cuci.  Ulangi lagi hingga 3×24 jam, namun jika tidak sabar seperti saya untuk segera menyantap manisan malah  hanya 3 x rendam-cuci dalam 2 x 24 jam saja hehe..  Setelah itu baru hanya ditaburi gula pasir saja dan simpan di kulkas.  Agar lebih segar disantap di suasana cuaca panas-panas ala Townsville, buat air gula terpisah dan masukkan di kulkas agar dingin dan siap di tambahkan ke manisan ketika akan disajikan.  Makin lama di simpan di kulkas makin lemas dan meresap, makin nikmat (alias makin lemas makin menggemaskan hehe..).  Tambahan dalam sajian bisa juga ditambahkan ulekan cabe atau beli jadi fresh chilli botolan (Galiko) di Woolworth.  Dirujak (ulek gula merah, asam jawa, terasi–Cirebon, cabe rawit/cabe merah keriting/kecil; Galiko bisa menggantikan cabe segar dan asam jawa) malah lebih seruuu dan.. hot.  Mangga segar memang bisa langsung di-rujak namun bagi yg tidak tahan masam nya bisa diproses dulu seperti membuat manisan ini agar rasa masamnya cukup berkurang.  Selamat ber-hot ria..

HUT RI 43 di Townsville: arena latihan

24 Sep 2009 In: Independence Day

This time I got an opportunity to attend two practising camps:  The Duo Cute Little Girls Camp and The Trio Ladies Camp.  Because we are all busy, we had one-all nite long exercise for the Ladies and one-long afvo for the Kids.   Celakanya.. harus seperti ini laporanku kpd Bos Kesenian PPIA:

“Lapor Boss .. susah n kudu sabar nge-latih anak-anak.. so so far so good deh.. tapi aku gak jadi kasih mp3 recordings.. terlalu buuanyakkkk interruption, erruption, destruction hahahah .. untung ada Sang Mama-Papa yg pelatih tangguh..   1 laporan kali ya.. bahwa soal kostum udah oke.. tau sendirrrrriiiii anak-anak.. kostum duluaaaaannn ketimbang latihannye hehehhehehe.. sama juga sih ama The Ladies.. bajuuuuu duluuuuuu baru latiaaann.. salah kaki lagi.. untung kebaya ku gak robek-robek.. gemana sech Putri Indonesia Do hihi.. .. sama aja ama Putri Townsville De.. udah tahu kebaya gue putih.. maen tarooo ajee di mejeee..

The nite was sooo nice.  Especially when we practised the special request song from the Boss.  The song is so special that attracting every lady behaved ’special’.   One of us refused politely ‘O.. go on ladies, that’s not my type song’.  The others kept going with individually-different expression until finally ” Nak.. Nak.. pagi-pagi kok tiduuurrr aaeee.. bangun dong Nak..” and of course these sweet words came from ‘non-Mom’ lady hehe.. The nite was so loud too.  When we worked on a song we ‘ber-haha’ (laughed) a lot at  ‘Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa’ and they did it to embarass me really.

Bagi saya, orang dewasa, arena latihan seperti ini sering dilihat sebagai persiapan materi belaka.  Namun bagi anak-anak harapan bangsa ini, mereka melaluinya sebagai pembelajaran.  Pembelajaran memulai dan menjalin persahabatan.  Pada suatu kesempatan mereka bercerita pada saya, “Tante Dian, we begin our frienships with ‘I’m thinking of you everyday’ “.  Smoga menjadi pembelajaran bagi kita smua juga pada moment memningkatkan semangat kebangsaan dan kesatuan ini.

img_0047

the kids and their friend having lemon ice after finishing Friday rehearsal

We hope we can present our best on 26th Sept 2009-HUT RI celebration.. or will there be another little surprise? Enjoy The Duo Cute Little Girls and The Trio Ladies on 26th Sept 2009 Indonesian Independence Day celebration at Riverway.  Be there.. !

Festival Cairns 2009

10 Sep 2009 In: About Cairns

Tanggal 21 August - 6 September 2009 merupakan rangkaian Festival Cairns 2009 yang dilaksanakan di beberapa tempat di kota Cairns. Berikut ini foto-foto yang diambil pada rangkaian acara Festival Cairns 2009.

Silahkan klik foto bila ingin memperbesar…

All photographs taken by G’penk Martyastiadi

It’s never too late to share the interesting event in a short story. As an annual event, Townsville’s cultural festival this year was held in 12-16 August. This event filled with enormous dances, foods, music, arts, workshop and sports. The heaps of entertainment performances during those days were various from Bollywood night, Pacific Rhythm Concert, Tropigo Carnival, and Didgi— a Fire Indigenous Concert. The aim of this event is actually to brought up the differences of cultural background people in Townsville and brings togetherness in one unity.

One of the sesepuh of ppia- JCU, Putu Liza a.k.a Icha participated in this event by performed an Indian dance at the first day. I came right on time when Icha just started to dance. Not being to exaggerate, but she danced very well. With a very elegant red costume, she conquered the stage by herself. She began the dance in the centre of the stage, made some dance pose which I thought it kinda hard to do by a normal people, and for sure she has the skills. She moved her body to the right and left wings of the stage, and flow with the harmony of the music and did several flexible movements (it just like in the Indian movie). As an opening performance, it was vey successful, the crowds were clapped, shouted after Icha finished the dance, lights and camera’s blitz were focus in to the centre of the stage where Icha standing. One thing that amazed me when I saw Icha made the Nataraja pose (she pulled her left leg backward high, hold it with her left hand, and stood up with just one leg around 5- 10 seconds, pppfffuiiihhh nice balance Icha….),that was absolutely cool.

I asked one of my Indian friend whom I met on that night : what was the name of that dance at the earlier performance, he said it was a Bharatanatyam dance, a classical-southern part India dance and your friend did it wonderfully (you got a complement Icha). Furthermore, I asked uncle Wikki and he gave me this information: Bharatanatyam is a classic dance form originated in Tamil Nadu, a state in Southern India and is also the national dance of India. This dance form denotes various 19th and 20th century reconstructions of Cathir, the art of temple dancers. Cathir in turn, is derived from ancient dance forms. Bharatanatyam is usually accompanied by the classical Carnatic music.

The point is that the ppia-JCU was very proud to see their sesepuh made a great contribution in such event. Hopefully, there will be more than a sesepuh can involve on such events next time.

icha-nari

Icha on the stage ( Written & photo by: Arthur)

JCU Open Day 2009: Your Journey Your Future

31 Aug 2009 In: special events

JCU Open Day is an annual event.  This year public event, 30 August 2009, offers ‘James Cook University: Your Journey Your Future Your ticket to uni - How to get in - course options - career prospects’.  As part of these offers, JCU Open Day 2009 had welcome visitors with various tours, activities, demonstrations, presentations and talks.  It’s interesting to see a visitor train running around to tour the accommodation facilities and JCU lawn (botanical tour).  This is what I saw different from last year JCU Open Day.

mejenk3with Valen enjoying The Zoology Section where I’m impressed with an elephant’s ‘giant’ tooth (photo by Dewi)

I was at Science Area especially ‘Plant Ecology, Agriculture and Plant Physiology’ Section doing my best serving the visitors.  Among them were little and teenage fellas with their family.  This is why I could say a family event; as who knows these kids are JCU prospectives in the future.  Let’s see Dewi’s son (Dewi is my JCU-student mate), Barry Valen, running around enjoying various creatures such as turtles, frogs, snacks, fish, corals, insects etc.  In my section, fruit display was quite attracting visitors.  Some visitors wondered how jackfruit fruit type, flower characteristics and… of course flavour; unfortunately it’s still raw.  We attracted them with an interactive demonstration as well to chalenge them what type fruit it is.  It was a lot of fun.

My research poster and display at 'Plant Ecology' Section

My PhD research: "Regeneration of palms in response to cyclonic disturbance"

poster by Yansen (kandidat PhD): "Changing connections: Metamorphosing plants in tropical rainforests"

poster by Yansen (kandidat PhD): "Changing connections: Metamorphosing plants in tropical rainforests"

Fun among staff in charge was amazing as well.  Well.. we were tired of the visitors.  Sometimes we helped each other even not in our own section.. ups it was a funny ‘neighborhood’  scene.  Oww.. sorry.. I was explaining fruit.. your part.  Haha.. sorry.. I was explaining the frogs.. your expertise.  Feeling guilty I ask Dr Ross Alford (JCU famous herpetologist) about his frog demonstration “Your frogs love hiding and they are shy creatures annoying the visitors where they are”;  it was afternoon.. Ross: “oh yeah.. they are full of foods, the visitors love watching us feeding them”.

Finally it’s over.  Here we are keep promoting James Cook University as a world-class university for your best specialization in the tropics.

Pada tanggal 8 Agustus 2009, PPIA-JCU mengadakan AGM (Annual General Meeting) bertempat di gedung Multifaith Chaplaincy Service, James Cook University, Townsville. p8089267edited

Acara berlangsung lancar, dengan diawali oleh laporan pertanggungjawaban pengurus PPIA-JCU periode 2008-2009 yang dibacakan oleh Presiden PPIA-JCU 2008-2009, Agapery Pattinasarany (Eghy). Setelah laporan pertanggujawaban pengurus PPIA-JCU 2008-2009, acara dilanjutkan dengan evaluasi oleh pengurus dan anggota PPIA-JCU. Evaluasi tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi untuk pengurus PPIA-JCU periode 2009-2010.

Acara ketiga yaitu pemilihan Presiden PPIA-JCU periode 2009 - 2010. Pertama-tama setiap anggota PPIA-JCU memberikan usulan kandidat presiden secara tertutup (menggunakan kertas), kemudian semua daftar kandidat dipampang di depan seluruh anggota.

p8089271edited

Tahap selanjutnya, setiap kandidat ditanyakan kesediaanya untuk menjadi kandidat presiden PPIA-JCU periode 2009-2010. Proses tersebut akhirnya menghasilkan daftar kandidat presiden yang bersedia dipilih menjadi presiden PPIA-JCU 2009-2010. Pada sesi terakhir pemilihan presiden, setiap anggota dipersilahkan memilih kandidat presiden yang mereka kehendaki berdasarkan daftar kandidat presiden yang sudah terpasang. Dan akhirnya, Sdr. Rokhmad M. Rofiq terpilih menjadi Presiden PPIA-JCU periode 2009 -2010.

p8089282edit

p8089294edited

Acara keempat adalah serah terima jabatan pengurus periode 2008-2009 kepada pengurus periode 2009-2010 yang secara simbolis diwakili oleh Presiden PPIA-JCU 2008-2009 (Eghy) dan Presiden PPIA-JCU 2009-2010 (Rofiq).

Selanjutnya Presiden PPIA-JCU 2009-2010 memilih rekan kerja dalam menjalankan roda organisasi PPIA-JCU. Susunan pengurus PPIA-JCU 2009-2010 yaitu sebagai berikut:

Presiden: Rokhmad M. Rofiq

Wakil Presiden:Adityo Setiawan

Sekretaris:Conni Sidabalok

Bendahara:Eddy

Koordinator Seni Budaya: Arthur  David

Koordinator Olahraga: Ardi Widiyanto

Koordinator Publikasi & Informasi: Yusup “G’penk” Martyastiadi

Koordinator Sosial & Umum: Bambang Nugraha

Selamat bekerja untuk pengurus PPIA - James Cook University periode 2009 - 2010.

Congrats Friend!

Tenyata tidak banyak yang bisa diucapkan seusai mengikuti Pre-Completion Seminar Sdr. Antonius Ola, selasa kemarin (16/6) di DG47-002 Pharmacy Building.  Dari hasil riset tentang “The Molecular Identification of Cytotoxic Compound from Marine Organisms” hanya ada dua kata,”Congrats…!!!” dan “Confuse…..”.  Selamat karena sudah berhasil menyelesaikan seminar dan dengan fasih menjelaskan cincin-cincin karbon njelimet hasil temuan dari riset 2 tahun terakhir ini.  Yang ada sebagai peserta seminar kita ditinggalkan terkagum-kagum karena kebingungan dengan segala keterbatasan pendengaran dan pengetahuan soal “orphan drugs…” dan “bentuk rantai yang menyerupai kursi….atau perahu….?” Tidak heran kalau ternyata dari hasil penilaian, sdr. Toni mengabari seminarnya ini dapat rekomendasi kategori 1 alias excellent. Again, “Congrats, friend!!!”.  Selamat melegakan diri dan membereskan kewajiban yang tersisa.
Buat rekan-rekan yang masih ujian, mau menjalani blockmode, sedang bergulat dengan literature review, paper, riset, thesis, dan disertasinya, tidak lupa juga yang akan liburan winter ini, jangan lupa tetap semangat, karena sudah terbukti, kita pasti bisa!!!

tonny-1Keterangan foto:
Ki-ka: Eddy, Yansen, Egy, Toni, Mb’ Reni Ola, Sarah, Tiwi, Conni, Diana, Arthur
Maksa kefoto di belakang: Rofiq, n makasih buat yang motret: Adit

Written by Sarah

Scholarships

3 Jun 2009 In: Scholarships

The website for the scholarships that fall under AusAID (ADS and ALA) is http://www.ausaid.gov.au/scholar/default.cfm. For the Endeavour Postgraduate Awards scholarship Upy should look at http://www.endeavour.deewr.gov.au/international_applicants. I have included some info below about the different scholarships – would you mind passing this onto her? Please let her know she can contact me if she needs any other information =)

Australian Development Scholarship (ADS)

To obtain information about AusAID and the ADS program please contact the AusAID Post located in Jakarta. Their contact details are:

ADS Scholarship Inquiries
Gedung Wira Usaha, 2nd floor, Jl. HR. Rasuna Said Kav.C-5 Kuningan,
Jakarta Selatan 12940
INDONESIA

Tel: +62 21 527 7648
Fax: +62 21 527 7649
Email: info@adsjakarta.or.id
Website: http://www.adsindonesia.or.id/

Further information about the scholarship can also be found on: http://www.ausaid.gov.au/scholar/studyin.cfm

The usual process involves the following:

1. Student contacts AusAID Post to obtain details of the scholarship application process

2. Student completes ADS application and forwards to Post for assessment.

3. AusAID Post reviews application to determine eligibility.

4. If successful, AusAID Post forwards student’s application to institution

5. Institution reviews application, and if successful, makes the student an offer to study.

6. If student accepts the offer, a confirmation of acceptance letter is sent from the AusAID Post to the institution

(Please note that having a JCU Letter of Offer will not increase the chances of your ADS application being approved.)

Australian Leadership Award (ALA)

The ALA scholarship is intended for those who are already leaders or have the potential to assume leadership roles that can influence social and economic policy reform and development outcomes, both in their own countries and in the Asia-Pacific region. An ALA Scholarship enables candidates to undertake studies leading to a Masters or Doctorate degree in Australia. Awards are open to all fields of study, however, study programs that relate to the priority themes of international trade, pandemics, security and climate change, including clean energy are encouraged. Selection for ALA Scholarships is highly competitive, based on leadership qualities and on academic excellence. Applicants must have high levels of undergraduate or post-graduate academic achievement and advanced English language ability.

In order to apply for an ALA applicants must have already applied to an Australian university and have received an Unconditional Letter of Offer. JCU Admissions procedures can be viewed at: http://www.isc.jcu.edu.au/applyingtostudy.cfm

To find out more about Australian Leaderships Awards go to: http://www.ausaid.gov.au/scholar/ala.cfm or email: ala@ausaid.gov.au .

Please note that applications to study in 2010 open from March 19 2009 to June 30 2009.

Endeavor Postgraduate Awards

This scholarship provides financial support to undertake a postgraduate qualification at a Masters or PhD level either by coursework or research in any field of study in Australia. Scholarship applicants must have a letter of offer from an Australian University. JCU Admissions procedures can be viewed at: http://www.isc.jcu.edu.au/applyingtostudy.cfm

To find out more about the Endeavor Postgraduate Awards go to: http://www.endeavour.dest.gov.au/awards_by_country/for_internationals/default.htm

Applications for the 2010 intake will open from 6 April to 31 July 2009.

Cheers,

Katherine

Katherine Elliott

International Student Support - Project Officer

International Student Centre, James Cook International

Townsville, QLD, Australia 4811

P: (07) 4781 5363

I: + 61 7 4781 5363

F: (07) 4781 5988

E: katherine.elliott1@jcu.edu.au

www.jcu.edu.au